TUTORIAL ROOT SONY XPERIA MIRO ST23i

Jika Xperia Miro anda telah memakai Firmware 11.0.A.5.5, anda perlu mengunakan langkah dibawah ini agar fungsi root ini bisa dipakai pada Firmware 11.0.A.5.5. Dimana anda perlu flash ke Firmware lama (downgrade) yaitu 11.0.A.2.10.

Bahan-bahan yang diperlukan:
1) Satu buah PC / komputer yg sudah terinstal driver / Sony PC Companion yg belum ada bisa download disini:http://www.sonymobile.com/gb/tools/pc-companion/
2) Pastikan Flashtool sudah terpasang pada komputer anda Jika belum ada bisa download disini http://d-h.st/Kb8 (Don’t Mirror this link)

3) Firmware 11.0.A.2.10 & 11.0.A.5.5 Yg bisa agan download disini: http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=1998277 (Don’t Mirror this link)

4) Seting Miro dalam posisi Unknown Sources (Setting > Security > Tick “unknown sources”)
5) Seting Miro dalam posisi USB Debugging (Setting > Developer Option > Tick USB Debugging)

Downgrade Firmware xperia miro ke 11.0.A.2.10
1) Salin Firmware 11.0.A.2.10 ke C:\Flashtool\Firmware\
2) Buka Flashtool (Tekan Tombol “Flash” > Pilih Flashmode > Pilih fimrware 11.0.A.2.10 > centang wipe cache & data lalu pilih flash)
3) Matikan Xperia Miro anda lalu tekan volume down (Jangan lepaskan) dan sambungkan Xperia Miro anda ke PC mengunakan kabel USB
4) Tunggu hingga proses flash selesai (Jangan cabut Miro apabila proses flashing belum selesai)

Cara root xperia miro firmware 11.0.A.2.10
1) Download UnlockRoot disini:https://dl.dropboxusercontent.com/u/51719548/Unlockroot.rar2) Extract UnlockRoot.rar.
3) Buka folder UnlockRoot dan jalankan UnlockRoot application lalu ikut perintah yang diberikan (waktu proses root PC harus dalam kondisi Online).
4) Bila proses selesai, Reboot Xperia Miro anda.

Cara flash ke firmware xperia miro 11.0.A.5.5
1) Salin Firmware 11.0.A.5.5 ke C:\Flashtool\Firmware\
2) Buka Flashtool (Tekan tombol “flash” > Pilih Flashmode > Pilih fimrware 11.0.A.5.5 > centang wipe cache & jangan centang wipe data lalu pilih flash)
3) Setelah itu, tekan volume down (Jangan lepaskan) dan sambungkan Xperia Miro anda ke PC mengunakan kabel USB
4) Tunggu hingga proses flash selesai.

Cara root xperia miro firmware 11.0.A.5.5

Download terlebih dulu bahan-bahan yang diperlukan:
1. UnlockRoot – didownload disini
2. Kabel data
3. PdaNet (driver android) – download disini

Cara Root:
Pertama masuk setting di hape anda, klik di Opsi Pengembang > centang Debugging USB. Lalu masuk lagi ke bagian Keamanan > centang pada Sumber tidak dikenal.
Install PdaNet di PC, instalasi seperti biasa, dan Phone Selection pilih Other.
Install Unlockroot di PC
1. Colokin Xperia Miro anda ke PC/Laptop
2. Jika muncul Pop up windows pilih install this driver
3. Jika Miro anda sudah terdeteksi oleh PdaNet. Lanjutkan dengan membuka aplikasi unlockroot
4. Klik Root yang warna hijau
5. Kemudian anda diminta untuk restart android. klik OK
6. lihat dimenu. jika ada aplikasi SuperSU maka HH anda sudah rooted.

Good Luck, DWYOR & CMIW

sumber http://ipoenkbcrt.wordpress.com/2013/07/28/tutorial-root-xperia-miro-st31i-firmware-11-0-a-5-5-2/

http://www.let-softing.net/2013/07/cara-mudah-root-sony-xperia-miro-st23i.html

Penjelasan tentang motor “anak tiri” kawasaki

pulsar 200ns

Ini dari media kit-nya Kawasaki waktu launching Pulsar 200NS, isinya infomasi seputar Pulsar 200NS. Datanya emang lengkap, tapi bahasanya agak aneh heheee.. Mungkin dari bahasa Inggris di-translate, dan yang nerjemahin kurang paham motor heee, bisa jadi orang agency-nya yang ngerjain. Kalau orang Kawasaki pasti udah gape..

Misalnya nih yang aneh: *) Rasio stroke 72,0 x 49,0 mm / kaliber stroke sporty, daya tinggi pada rpm, membuat pulsar 200ns sangat menyenangkan untuk dikendarai. Bore diartiinya kaliber enggak salah sih, cuma kurang tepat aja dalam konteks sepeda motor, emangnya kita mau main senapan kwakwaa.. Tapi over all infonya layak disimak…
===================================================================
2013 Model Informasi
Nama Model: Pulsar 200 NS
Kode Pemasaran: BR 200 A

Urban Runner
Didukung mesin berpendingin cairan tiga busi pengapian digital (DTS-i) pulsar 200 NS memberikan tenaga kuda tingkat atas pada kategorinya. Dilengkapi dengan mesin tekhnologi muktahir untuk pengendalian yang stabil dan luar bias, sehingga memberikan kenyamanan saat melaju dalam padatnya lalu lintas kota. “Urban Runner” ? Pulsar 200ns – mesin berjalan paling mengesankan di kelasnya.

FITUR UTAMA
MESIN
Mesin 1 silinder, liquid-cooled, 4 katup pendek-stroke dilengkapi dengan DTS-I (Digital Single Busi Ignition) revolusioner. Sistem ini menggunakan tiga busi untuk secara dramatis meningkatkan efisiensi pembakaran dan performa tinggi. Teknologi pembakaran yang efisien, konsumsi bahan bakar menjadi sangat rendah
Liquid-cooled, 200 cm³ 4- Valve Mesin
Powerfull, liquid-cooled, SOHC , 4-katup, fitur mesin 200 cm³ teknologi tiga busi.
*) ECU yang menggunakan sensor untuk memonitor posisi throttle, rpm mesin dan suhu mesin yang ideal pada saat pengapian pada berbagai kondisi. Hal ini memastikan efisiensi tinggi pembakaran pada semua rpm, output daya tinggi dan efisiensi bahan bakar yang superior.
*) Kinerja tinggi Pulsar mesin 200ns memiliki pendingin cair untuk pembuangan panas yang lebih baik dan mesin berkurang dibandingkan dengan memakai mesin berpendingin udara. Cairan pendingin menjaga mesin dari overheat sehingga mesin tetap stabil. Pendingin mesin juga memberikan efek meredam kebisingan mesin pada rpm tinggi.
*) Mesin 4-katup memiliki knalpot yang menghasilkan performa yang baik. Respon dan akselerasi throttle yang sangat baik di setiap rpm.
*) Rasio stroke 72,0 x 49,0 mm / kaliber stroke sporty, daya tinggi pada rpm, membuat pulsar 200ns sangat menyenangkan untuk dikendarai.
*) Karburator ini dilengkapi dengan tuas choke untuk memudahkan ketika starter pada keadaan dingin.
Transmisi 6-Speed
*) Pergeseran yang sangat mulus dengan gearbox 6-speed yang sangat cocok untuk type 4-valve, DTS-I, mesin 200cm³, menghasilkan power yang optimal di setiap bukaan gas.
CHASSIS
Pulsar 200NS memiliki chassis seperti motor besar untuk kualitas berkendara yang luar biasa dan performa yang mengesankan ketika berada di jalan raya. Handling yang stabil memberikan kenyamanan dalam perjalanan dengan kesan berkendara dengan mesin yang besar. Knalpot dan benda berat lainnya yang terletak dekat dengan mesin untuk sentralisasi massa, memberikan kontribusi untuk penanganan karakteristik yang lebih seimbang .
High-Rigidity, Supersport bergaya pipa perimeter
*) Selain berkontribusi pada penampilan depan otot yang tampak dari pulsar 200NS, high-rigidity perimeter juga memberikan kestabilan, penanganan penuh maksimal. stabilitas saat menikung juga sangat baik karena frame yang kaku.
*) Spar supersport-gaya frame perimeter lebih menambah penampilan sporty
*) Kombinasi dari frame perimeter baja dan kaku, rectangular tabung-bagian swingarm memberikan kekuatan yang baik.
Suspension
*) Kokoh dengan 37mm suspensi depan teleskopik memberikan perjalanan yang mulus melalui berbagai permukaan.
*) Suspensi monoshock belakang memiliki nitrogen dilengkapi dengan shock absorber. Hal ini membantu menjaga shock selama perjalanan dan menjaga kinerja redaman konsisten selama berkendara. Shock yang dapat distel tingkat panasnya, memungkinkan penyesuaian yang mudah dengan bobot pengendara .
Petal Disc Brake Depan & Belakang
*) diameter depan dan belakang . cakram belakang memberikan disipasi panas yang sangat baik (depan: diameter 280mm, belakang : diameter 230mm).
*) caliper depan twin piston memberikan kinerja pengereman dan kontrol yang baik.
*) Ringan, caliper belakang single piston memberikan nuansa rem yang baik.
Ban & Roda
*) Ban cast wheel memiliki jari-jari selender yang sangat stylish.
*) Ukuran ban depan 100/80-17 ban belakang 130/70-17 dan perimeter frame, yang berkontribusi terhadap handling pulsar 200NS.
Multi-fungsi Instrumentasi
*) Multifungsi panel instrumen termasuk tachometer analog berdiameter besar yang memberikan kontribusi untuk penampilan sporty dan mudah dibaca. Speedometer digital yang sangat akurat.
*) Panel LCD mencakup adometer, dual trip meter, pengukur bahan bakar bar-grafik, jam digital dan konsumsi bahan bakar rendah terhadap sisi lampu peringatan .Independen indikator lampu sein berada di sisi kiri dan kanan.
*) LCD juga menampilkan pengingat layanan pada interval yang tepat. Tampilan ini diaktifkan pada 450km, 4950km dan setiap 5000km.
*) Ketika putaran mesin mencapai rpm tinggi, indikator peringatan zona merah berkedip untuk memperingatkan pengendara.Panel dilengkapi dengan LED yang mudah untuk dilihat dan dibaca
*) kotak switch menawarkan visibilitas tinggi untuk berkendara malam hari.
*) Kemudahan dalam electric starter, tombol starter membuat pulsar mesin 200NS sangat akomodatif – bahkan untuk wanita dan pengendara baru.
*) mudah untuk mengembalikan posisi normal signal witch
*) ketika berganti untuk pengaktifan high beam signal kendaraan ke insting pengendara.
Note:
dilengkapi dengan saklar lockout pemula. switch ini dirancang sedemikian rupa sehingga mesin tidak nyala jika transmisi masih dalam gigi.eye catching dengan cover mesin agresif, tangki bahan bakar dan desain dinamis ini memperlihatkan kinerja sporty pulsar 200NS. Memberikan kesan untuk mobilitas tinggi.
Super – Naked Design
*) Menyoroti desain motor agresif berbentuk V multi– reflektor headlamp (H4-55/60 W). Posisi lampu terletak tepat di
bawah headlamp menambah citra sporty.
*) Cover mesin pas terlihat selaras dengan tangki bahan bakar dengan efisiensi bahan bakar yang luar biasa, volume tangki bahan bakar 12 liter berkontribusi pada pulsar 200NS sebuah daya jelajah panjang.
*) Knalpot dibawah mesin memberikan kontribusi pada pusat gravitasi rendah dan sentralisasi massa.
*) Jenis kursi terpisah yang terlihat sporty
*) Fender dalam yang besar memberikan kontribusi untuk tampilan kekar
*) LED tailight terang yang terlihat sangat jelas dan memberikan kontribusi untuk tampilan berkualitas
*) Lisensi trellis type lempeng, bagus dan sangat kokoh
*) Besar, mudah dioperasikan karena keran BBM terletak di penutup sisi kiri.
Super – Short Muffler
* Knalpot terletak di belakang crankcase. memberikan pusat gravitasi pada massa sentralisasi. Hal tersebut meningkatkan karakteristik penanganan yang stabil di mesin saat manuver dan ketika mengendarai dalam garis lurus.
Angular Grab Bar Untuk Kenyamanan Penumpang
* Dipasang di bagian belakang. memudahkan penumpang untuk memegangnya, membuat tandem lebih mudah dan nyaman.
Keamanan
Kunci stang terintegrasi ke switch utama.
desain sporty, model tangki seperti pesawat mempunyai penutup tambahan. kursi belakang dengan cepat dilepas dengan menggunakan kunci kontak, dan ruang penyimpanan berguna yang berada di bawah jok untuk tool kit dan untuk barang-barang kecil lainnya.
Warna
* Kuning Metalic
* Merah
* Hitam

Spesifikasi
Mesin: BR200ADF
Type: Liquid-cooled, 4-stroke Single
Kapasitas mesin: 200 cm³
Rangka: 72.0 x 49.0 mm
Rasio Kompresi: 11.0 : 1
System Katup: SOHC, 4 valves
Sistem bahan bakar: Carburettor : f 33 mm
Pengapian: CDI
Starter: Electric
Lubrication: Forced lubrication, wet sump

Drivetrain
Transmisi: 6-speed, return
Final drive: Sealed chain
Primary reduction ratio: 3.273 (72/22)

Rasion Gigi:
1st: 2.833 (34/12)
2nd: 2.067 (31/15)
3rd: 1.556 (28/18)
4th: 1.238 (26/21)
5th: 1.045 (23/22)
6th: 0.917 (22/24)
Final reduction ratio: 2.786 (39/14)
Kopling: Wet multi-disc, manual

Rangka
Type: Perimeter, pressed-steel
Roda:
front: 130 mm
rear: 120 mm
front: 100/80-17 M/C 52P
Rear: 130/70-17 M/C 62P
Sudut Putar: 26°
Trail: 85 mm
Steering angle (left/right): 36° / 36°

Suspensi: BR200ADF
Depan Type: 37 mm telescopic fork
Belakang Type: mono-shock dengan gas dilengkapi piggy-back reservoir dan tingkat pegas yang dapat diatur.

Rem
Depan Type: Single 280 mm petal disc
Caliper: Dual – piston
Belakang Type: Single 230 mm petal disc
Caliper: Single piston

Dimensi
Panjang: 1,965 mm
Lebar: 810 mm
Tinggi: 1,055 mm
Jarak roda: 1,360 mm
Jarak ke permukaan tanah: 165 mm
Tinggi jok : 805 mm
Curb mass: 145 kg
Kapasitas bahan bakar: 12 litres

Performa
Tenaga Maksimum: 17 Kw {23.1 PS} / 9,500 rpm
Torsi Maksimum: 18 N.m {1.8 kg ƒ.m / 8,000 rpm}
spesifikasi ini dapat berubah sesuai dengan pengembangan produk secara terus menerus.

sumber : http://proud2rideblog.com/2013/06/09/penjelasan-spesifikasi-lengkap-kawasaki-bajaj-pulsar-200ns-press-realese/

Model Data Terintegrasi

GIS menggunakan dua jenis model data yakni model data raster dan model data vektor. Keduanya masing-masing memiliki sifat, kecenderungan, kelemahan dan kelebihan sendiri. Tidak ada satupun model data yang dapat memenuhi semua kebutuhan representasi dan analisis data spasial secara sempurna.
Kedua model data ini saling melengkapi dan dapat saling dikonversikan satu sama lain. Kadangkala suatu perangkat GIS akan lebih baik jika menggunakan model data vektor dan kadang-kadang justru sebaliknya. Oleh karena itu, pengguna harus jeli mengidentifikasi model mana yang tepat sesuai kebutuhan. Pengguna dituntut untuk mengenal betul ciri khas masing-masing model data ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

MODEL DATA RASTER
Model data raster menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk grid (Prahasta, 2001:140). Grid tersebut berbentuk kotak berwarna tertentu sesuai dengan nilai yang dimilikinya dalam matriks. Jadi data raster tersebut dibentuk oleh kumpulan kotak-kotak (grid) berwarna tersebut. Satu kotak/grid atau sel ini memiliki atribut tersendiri termasuk koordinatnya yang unik.
Tingkat akurasi model data raster disebut resolusi. Resolusi merupakan ukuran piksel (sel grid) dari data raster. Resolusi suatu data raster akan merujuk pada ukuran (atau luas) permukaan bumi yang direpresentasikan setiap pikselnya. Makin kecil ukuran atau luas permukaan bumi yang direpresentasikan oleh setiap pikselnya, maka semakin tinggi resolusi spasialnya.
Data raster umumnya digunakan untuk menampilkan data mentah (raw data) seperti peta dasar digitasi (biasanya hasil scanning), citra satelit, foto udara, dan sebagainya. Data mentah inilah yang dijadikan input spasial dasar dalam GIS. Data ini harus menjalani proses digitasi terlebih dahulu menjadi model data vektor agar bisa dianalisis lebih lanjut menggunakan tools GIS. Selain berfungsi sebagai data mentah, model data raster juga sangat berguna dalam menampilkan data kontinyu (non diskrit) seperti data temperatur, ketinggian/elevasi, tekanan, dan sebagainya.

MODEL DATA VEKTOR
Model data vektor menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik-titik (points), garis-garis (lines) atau kurva (arc), atau luasan (polygons), beserta atribut-atributnya (Prahasta, 2001: 151). Pada umumnya, data GIS disajikan dalam bentuk vektor. Dalam model data vektor, garis-garis atau kurva merupakan sekumpulan titik-titik yang dihubungkan. Sedangkan, luasan atau poligon juga disimpan sebagai sekumpulan titik-titik, dengan catatan bahwa titik awal dan titik akhir poligon memiliki nilai koordinat yang sama (poligon tertutup sempurna).
Representasi vektor dari suatu objek merupakan suatu usaha dalam menyajikan objek yang bersangkutan sesempurna mungkin. Oleh karena itu, ruang atau dimensi koordinat diasumsikan bersifat kontinyu (tidak dikuantisasi sebagaimana pada model data raster) yang memungkinkan semua posisi, panjang, dan dimensi didefinisikan dengan presisi. Maka tidak heran proses analisis GIS lebih banyak menggunakan model data vektor ketimbang model data raster.
Seperti telah diuraikan sebelumnya, data vektor terbentuk dari tiga jenis geometri yakni titik (point), garis (line), dan area (polygon). Oleh karena itu, objek-objek di permukaan bumi perlu divisualisasikan dalam ketiga geometri tersebut agar bisa diproses dengan GIS. Contoh visualisasi dunia nyata menjadi elemen gambar ketiga geometri tersebut antara lain landmark dan fasilitas sebagai titik, jalan dan sungai sebagai garis, dan daerah administrasi tertentu sebagai area. Berikut ini penjelasan lebih dalam mengenai ketiga entitas geometri tersebut.
1. Titik (point) meliputi semua objek grafis atau geografis yang dikaitkan dengan pasangan koordinat (x,y). Selain memuat informasi koordinat, data titik juga bisa saja merupakan suatu simbol yang memiliki keterkaitan dengan informasi lain. Satu buah objek titik memiliki satu baris dalam tabel atribut. Karakteristik-karakteristik dari titik ini dijelaskan oleh kolom-kolom yang dibentuk pada tabel atribut. Contoh-contoh objek dunia nyata yang biasa direpresentasikan sebagai titik antara lain kota, pelabuhan, bandara, rumah sakit, sekolah, dan sebagainya. Perlu diingat bahwa representasi ini sifatnya tidak mutlak melainkan relatif terhadap skala peta. Dalam skala peta yang lebih besar, kota dan bandara bisa saja direpresentasikan sebagai area/luasan (polygon).
2. Garis (line) merupakan semua unsur-unsur linier yang dibangun dengan menggunakan segmen-segmen garis lurus yang dibentuk oleh dua titik koordinat atau lebih (Burrough, 1994). Entitas garis yang paling sederhana memerlukan ruang untuk menyimpan titik awal dan titik akhir (dua pasangan koordinat x,y) berserta informasi lain mengenai simbol yang digunakan untuk merepresentasikannya. Garis tunggal yang terbentuk dari titik awal dan titik akhir saja disebut sebagai line. Sedangkan garis bersegmen banyak yang terbentuk dari banyak titik (vertex¬) disebut polyline. Dalam GIS, baik line maupun polyline dianggap sebagai suatu entitas yang sama yakni polyline. Setiap satu entitas polyline memiliki satu baris dalam tabel atribut. Karakteristik dari entitas ini disimpan dalam kolom-kolom tabel atribut. Objek-objek dunia nyata yang sering direpresentasikan sebagai polyline antara lain jalan, sungai, jaringan air bersih, jaringan listrik, jaringan telepon, dan sebagainya.
3. Area (polygon) merupakan suatu objek tertutup yang memiliki luasan. Polygon dapat direpresentasikan dengan berbagai cara di dalam model data vektor. Karena kebanyakan peta tematik yang digunakan dalam GIS berurusan dengan polygon, metode-metode representasi dan pemanipulasian entity ini banyak mendapat perhatian. Seperti halnya titik dan polyline, satu objek poligon juga diwakili oleh satu baris pada tabel atribut. Poligon biasanya digunakan untuk merepresentasikan objek dunia nyata yang memiliki luasan seperti wilayah administrasi, danau, guna lahan, jenis tanah, dan sebagainya.

Sumber : http://gislearning.wordpress.com/2012/04/28/model-data-gis-2/

Model Basis Data Hybird

Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Beberapa literatur menggunakan istilah struktur data logis untuk menyatakan keadaan ini. Model dasar yang paling umum yaitu :

1. Model Hirarki
Model hirarki biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua & anak. Setiap simpul (biasa sinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua.Setiap orang tua bisa memiliki satu hubungan (1 : 1) atau beberapa anak (1 : M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak. Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak memiliki anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang. Beriktu memperlihatkan contoh model hirarki, yang terdiri atas 4 level dan 13 simpul.Pada contoh diatas, A berkedudukan sebagai akar, dan berkedudukan sebagai orang tua dari simpul B, C, D, dan E. Keempat simpul yang disebutkan belakangan ini disebut sebagai anak simpaul A. C juga dapat berkedudukan sebagai orang tua , yaitu orang tua F dan G. Adapun simpul F, G, H, I, J, L, dan M disebut sebagai daun.Contoh produk DBMS yang menggunakan model hirarki adalah IMS (Information Management System) , yang dikembangkan oleh dua perusahaan IBM dan Rockwell International Corporation.

2. Model Basis Data Relasional Dan Sig
Perbedaan penekanan para perancang sistem SIG pada pendekatan basis data untuk penyimpanan koordinatkoordinat peta dijital telah memicu pengembangan dua pendekatan yang berbeda dalam mengimplementasikan basis data relasional di dalam SIG.Pengimplementasian basis data relasional ini didasarkan pada model data hybrid atau terintegrasi.

3. Model Data Hybrid
Nah ini merupak inti dari pembahasan kita, jadi langkah awal pada pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (spasial) di satu sisi, tetapi di dsisi yang lain, tidak optimal untuk informasi atribut (tematik). Berdasarkan hal ini, data kartografi digital disimpan di dalam sekumpulan files sistem operasi direct access untuk meningkatkan kecepatan input-output, sementara data atributnya disimpan did alam DBMS relasioanl lomersial yang standar.
Maka perangkat lunak SIG bertugas mengelola hubungan (linkage) anatar files kartografi (lokasi) dan DBMS (data atribut) selama operas-operasi pemrosesan peta yang berbeda (misalnya overlay) berlangsung. Sementara digunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk penyimpanan data kartografi, mekanisme untuk menghubungkan dengan basis datanya tetap sama secara esensial, berdasarkan nomor pengenal (ID) yang unik yang disimpan di dalam sebuah tabel atribut basis data yang memungkinkannya tetap terkait dengan elemen-elemen peta yang bersangkutan.

4. Model Data Terintegrasi
Pendekatan modael data terintegrasi juga dideskripsikan sebagai pendekatan sistem pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Kebanyakan implementasinya pada saat ini adalah bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel relasional yang menyimpan data-data koordinat peta (titik, nodes, segmen garis, dl.) bersama dengan tabel lain yang berisi informasi topologi. Data-data atribut disimpan di dalam tabel-tabel yang sama sebagai basis data map feature (tabel internal atau abel yang dibuat secara otomatis) atau disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah dan dapat diakses melalui operasi relasioanl “JOIN”.

sumber : http://yanti91.blogspot.com/2013/06/model-basis-data-hybrid.html

RDBMS dalam GIS

SIG merupakan perangkat pengelolaan basis data (DBMS = Data Base Management System) dimana interaksi dengan pemakai dilakukan dengan suatu sistem antar muka dan sistem query dan basis data dibangun untuk aplikasi multiuser.

SIG merupakan perangkat analisis keruangan (spatial analysis) dengan kelebihan dapat mengelola data spasial dan data non-spasial sekaligus.

RDBMS

Syarat pengorganisasian data:

Volum kecil dengan klasifikasi data yang baik;
Penyajian yang akurat;
Mudah dan cepat dalam pencarian kembali (data retrieval) dan penggabungan (proses komposit).

Sumber : http://adityabudiharto.blogspot.com/2013/06/rdbms-dalam-gis.html

Kreteria Manager Proyek Yang Baik

Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).

Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:

• Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
• Rancangan organisasi dan pekerjaan.
• Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
• Sistem komunikasi dan pengendalian.
• Sistem reward.

Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek yang saya sarikan dari IT Project Management Handbook.

Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:

• Karakter Pribadinya
• Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
• Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

Karakter Pribadinya

• Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
• Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
• Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
• Asertif
• Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.

Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola

• Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
• Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
• Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
• Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
• Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
• Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
• Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
• Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
• Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
• Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.

Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

• Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
• Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
• Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
• Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
• Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
• Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
• Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
• Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
• Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
• Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
• Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
• Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
• Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
• Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.
• Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
• Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.
Sumber : http://saiiamilla.wordpress.com/2011/05/13/kriteria-manager-proyek-yang-baik/

http://www.setiabudi.name/archives/990

http://belajarmanagement.wordpress.com/2009/03/23/pengertian-dan-tugas-manager/

Pengertian COCOMO dan Jenisnya

COCOMO (Constructive Cost Model )
Constructive Cost Model (COCOMO) Merupakan algoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini.

Sejarah Singkat COCOMO
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.
Pengertian COCOMO
COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.

Model Jenis COCOMO Ada tiga model cocomo, diantaranya ialah:
1. Dasar Cocomo
Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI.
Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
* Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
* Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
* Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat
2. Intermediate Cocomo
Persamaan estimasi sekarang mempertimbangkan (terlepas dari DSI) 15 pengaruh faktor-faktor; ini adalah atribut produk (seperti kehandalan perangkat lunak, ukuran database, kompleksitas), komputer atribut-atribut (seperti pembatasan waktu komputasi, pembatasan memori utama), personil atribut ( seperti aplikasi pemrograman dan pengalaman, pengetahuan tentang bahasa pemrograman), dan proyek atribut (seperti lingkungan pengembangan perangkat lunak, tekanan waktu pengembangan). Tingkat pengaruh yang dapat diklasifikasikan sebagai sangat rendah, rendah, normal, tinggi, sangat tinggi, ekstra tinggi; para pengganda dapat dibaca dari tabel yang tersedia.

3. Detil Cocomo
Dalam hal ini adalah rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapat menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL

sumber : http://inarjutex.wordpress.com/2011/05/28/pengertian-cocomo-dan-jenisnya/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/cocomo/

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Bayu106's Blog

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.