Middleware Telematika dan Manajemen Data Telematika

Middleware Didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP [1]. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi. Pengertian yang lain yaitu :

Software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah.

Software penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan

Juga sebagai integrator.

Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda. Tujuan utama layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas.

– Biasa dipakai saat bermigrasi

Definisi Lingkungan komputasi

Lingkungan Komputasi : Suatu lingkungan di mana sistem komputer digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu :

  1. Komputasi tradisional,
  2. Komputasi berbasis jaringan,
  3. Komputasi embedded,
  4. Komputasi grid.

Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja ( desktop ) untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak jelas lagi.

Lingkungan komputasi itu sendiri bisa diklasifikasikan berdasarkan cara data dan instruksi programnya dihubungkan yang terdiri atas empat kategori berikut ini :

  1. Single instruction stream-single data stream (SISD) : Satu prosesor dan biasa juga disebut komputer sekuensial
  2. Single instruction stream-multiple data stream (SIMD) : Setiap prosesor memiliki memori lokal dan duplikasi program yang sama sehingga masing-masing prosesor akan mengeksekusi instruksi/program yang sama
  3. Multiple instruction stream-single data stream (MISD) : Data yang ada di common memory akan dimanipulasi secara bersamaan oleh semua prosesor
  4. Multiple instruction stream-multiple data stream (MIMD) : Setiap prosesor memiliki kontrol unit, memori lokal serta memori bersama (shared memory) yang mendukung proses paralelisasi dari sisi data dan instruksi.

Kebutuhan Middleware

Integrasi hanya dapat terjadi jika antara berbagai mesin dan aplikasi yang berbeda-beda dapat saling bekerja sama (interoperate). Dalam hal ini, data yang disediakan oleh suatu subsistem harus dapat diakses juga oleh sistem lainnya.  Dalam kasus kantor di atas, data customer sering harus dapat dibaca oleh bagiancustomer service dan akuntansi. Data hasil pengembangan perlu dapat dibaca oleh bagian manajemen. Hal ini semakin terasa ketika sistem tersebar menjadi semakin besar dan bervariasi. Di sinilah aplikasi middleware memegang peranan.  Middleware adalah software yang dirancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan memungkinkan aplik asi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi, pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Di sini middleware dapat berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang dapat mereka proses.

Contoh Middleware

  1. Java’s: Remote Procedure Call
  2. Object Management Group’s: Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
  3. Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model)

Layanan Middleware

Menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interfaces) yang lebih tinggi daripada API yang disediakan sistem operasi dan layanan jaringan yang memungkinkan suatu aplikasi dapat :

Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan

Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain

Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.

Contoh Layanan Middleware

Transaction Monitor

  1. Produk pertama yang disebut middleware.
  2. Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database, untuk menyakinkan bahwa semua transaksi ke database terlayani dengan baik

Messaging Middleware

  1. Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded
  2. Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke ujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat
  3. Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi

PENGERTIAN CLIENT-SERVER

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

KARAKTERISTIK CLIENT-SERVER

Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas sebagai berikut:

• Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda

• Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .

• Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.

• Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.

• Mix-and-match : tidak tergantung pada platform

• Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.

• Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.

• Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horisontal

• Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

• Characteristics of a client

– Initiates requests

– Waits for and receives replies

– Usually connects to a small number of servers at one time

– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface

• Characteristics of a server

– Passive (slave)

– Waits for requests from clients

–Upon receipt of requests, processes them and then serves replies

– Usually accepts connections from a large number of clients

– Typically does not interact directly with end-users

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER

• Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.

• Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.

• Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.

• Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.

• Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

KELEMAHAN CLIENT-SERVER

• Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.

– Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.

• Pada client-server, ada kemungkinan server fail.

– Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

ARSITEKTUR CLIENT/SERVER

  • Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC
  • Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri
  • Berbagi hardware atau software

ARSITEKTUR CLIENT/SERVER

ARSITEKTUR FILE SERVER

  • Model pertama Client/Server
  • Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
  • Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
    • Server bertindak sebagai file server
    • File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.
    • Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri
    • DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server
    • Aktivitas pada klien:
    • Meminta data
    • Meminta penguncian data

ARSITEKTUR FILE SERVER

BATASAN FILE SERVER

  • Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan.
  • Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori.
  • Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus.
  • Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer.

 

ARSITEKTUR DATABASE SERVER

  • Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
  • Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.
  • Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
  • Beban jaringan menjadi berkurang.
  • Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server.
  • Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture.

APPLICATION ARCHITECTURES

APPLICATION ARCHITECTURES

– Two-tier architecture, Contoh : program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database.

– Three-tier architecture, Contoh : aplikasi berbasis Web.

Contoh Two-Tier Architecture :

Two-Tier Architecture

Contoh Three-Tier Architecture :

Three-Tier Architecture

Arsitektur Three-Tier

– Melibatkan lapisan server yang lain selain lapisan database server.

Arsitektur Three-Tier

Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :

  • Keluwesan teknologi
  • Mudah untuk mengubah DBMS engine
  • Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda
  • Biaya jangka panjang yang rendah
  • Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan
  • Keunggulan kompetitif
  • Kekampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam:

  • Web Statis
  • Web Dinamis

Teknologi Web

Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :

  1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
  2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien :

  1. Kontrol Active X
  2. Java applet
  3. Client-side script (JavaScript dan VBScript)
  4. DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :

  • CGI
  • FastCGI
  • Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)
  • Active Server Pages (ASP)
  • Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets
  • Server-side JavaScript
  • PHP

referensi : http://sara-ervina.blogspot.com/2009/12/middleware-telematika.html

http://utiemarlin.blogspot.com/2009/12/manajemen-data-telematika.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Bayu106's Blog

Just another WordPress.com site

%d blogger menyukai ini: